Bagaimana cara mengobati kista giardia lambia, simak berikut ini

“dilansir dari laman Halodoc” Pada umumnya, pengidap penyakit tersebut akan diberikan antibiotik (seperti metronidazole) untuk dapat membunuh parasit penyebab kista giardia  tersebut. Seperti yang terjadi pada umumnya pada kasus diare, karena penting sekali untuk menjaga kecukupan cairan dan elektrolit agar kebutuhan cairan pengidap tetap terpenuhi dan dapat terhindar dari dehidrasi. Untuk mengobati kista giardia lambia dapat disesuaikan dengan gejala yang dialami dan pengidapnya. Misalnya, penggunaan paromomycin yang umumnya digunakan oleh pengidap yang sedang hamil. Obat tersebut memiliki risiko kelahiran cacat yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis obat antibiotik lainnya. risiko terkena komplikasi akan lebih besar, jika tidak ditangani dengan baik khussunya pada bayi dan anak. Berikut beberapa resiko yang akan dialami seperti:

  • Intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan tubuh dalam mencerna kandungan gula dalam susu dengan baik dan dapat terus berlanjut walau infeksi telah hilang.
  • Ini dipicu oleh diare parah dan dapat mengganggu tubuh dalam menjalankan fungsi-fungsinya.
  • Perkembangan fisik dan mental yang terhambat akibat malnutrisi yang terpicu oleh diare kronis dari kondisi ini.
READ  Cara Mencegah Penularan AIDS dalam Praktik Kehidupan Sehari-Hari

Penyakit kista giardia lambia tidak dapat dicegah melalui pemberian vaksin atau obat-obatan. Tapi, beberapa tindakan ternyata dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit tersebut, sepertihalnya:

  • Menghindari berenang di kolam, sungai, atau danau di daerah berpolusi atau memiliki tingkat sanitasi yang rendah. Jika tetap ingin berenang, usahakan agar tidak menelan air kolam, sungai, atau danau.
  • Mencuci tangan dengan benar. Beberapa momen penting di mana mencuci tangan tidak boleh dilupakan adalah usai menggunakan toilet, mengganti popok anak, saat menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Merebus air yang akan dikonsumsi hingga matang, khususnya jika sumber air berasal dari sumur, sungai, atau sumber air lainnya. Jika perlu, pengidap bisa mengonsumsi air kemasan.
  • Menghindari perilaku seks bebas dan berusaha melakukan seks yang aman.
  • Menghindari konsumsi minuman dan makanan yang tidak diketahui secara pasti kebersihan dan keamanannya.
READ  Mengenal Beragam Jenis Penyakit Menular Berbahaya Yang Perlu Anda Ketahui

“dilansir dari laman Alodokter” Selain pemeriksaan feses, dokter gastroenterologi juga dapat melakukan peneropongan dengan endoskopi, untuk melihat kondisi saluran pencernaan pasien. Melalui endoskopi, dokter dapat mengambil sampel jaringan pada saluran pencernaan untuk diperiksa lebih lanjut, bila dicurigai ada penyebab lain selain giardiasis. Dokter dapat mencurigai pasien terkena giardiasis, apabila terdapat sejumlah gejala yang telah dijelaskan di atas. Namun untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan pada sampel feses penderita. Ada beberapa banyak kasus, penderita penyakit giardiasis dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Bila tidak membaik, dokter tersebut akan mengobati kista giardia lambia dengan cara meresepkan obat antiparasit. Obat juga diberikan pada pasien yang mengalami infeksi parah dan berkepanjangan. Sejumlah obat yang digunakan adalah:

  • Paromomycin digunakan selama 3-10 hari dan dibagi dalam 3 kali konsumsi.
  • Metronidazole adalah obat yang dapat mengobati kista giardia lambia yang paling umum digunakan untuk mengatasi giardiasis. Obat ini akan digunakan selama 5-7 hari. Obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti mual, dan timbul rasa logam di mulut
READ  Penting kita ketahui beberapa resiko kista giardia yang dapat terjadi.

Apabila tidak tertangani dengan baik, penyakit giardiasis ternyata dapat juga berisiko menimbulkan komplikasi, terutama pada bayi dan anak-anak. Komplikasi yang dapat terjadi seperti:

  • Intoleransi laktosa, yaitu kegagalan tubuh dalam mencerna gula dalam susu. Kondisi ini dapat tetap berlangsung meskipun infeksi telah sembuh.
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Diare kronisakibat infeksi giardiasis dapat mengganggu asupan gizi, sehingga mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan cairan, sehingga fungsi tubuh menjadi terganggu. Kondisi ini dipicu oleh diare yang sering dan banyak.

Sumber: Healthdetik.com

Posted in <a href="http://www.synergyaids.org/category/blog/" rel="category tag">Blog</a>