Berbagai Faktor Risiko Penyakit AIDS yang Harus Diwaspadai

AIDS merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dilansir dari halodoc.com, HIV yang masuk ke dalam tubuh secara otomatis menghancurkan sel CD4. Sel CD4 merupakan sebagian dari sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi. Semakin sedikit jumlah sel CD4 dalam tubuh, maka semakin lemah pula sistem kekebalan tubuh seseorang. Berbagai faktor risiko penyakit AIDS berikut ini perlu diketahui agar lebih waspada.

  1. Berbagi Jarum Suntik

Pemakaian jarum suntik bergantian dengan pengidap HIV adalah salah satu cara penularan virus HIV yang bisa berkembang menjadi penyakit AIDS. Contoh kasusnya adalah saat menggunakan jarum suntik untuk pemakaian narkoba, psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), ataupun untuk keperluan medis. Tak hanya itu, orang yang menyuntikan obat, steroid, ataupun hormon juga bisa terinfeksi HIV jika menggunakan jarum suntik secara bergantian. Bagaimana bisa? Menurut ahli, hal ini disebabkan adanya darah yang masih menempel di jarum suntik dari pengguna sebelumnya yang sudah terinfeksi HIV. Untuk itu, pastikan menggunakan jarum suntik yang baru agar masih steril.

  1. Berhubungan Intim
READ  Mengenal ciri-ciri dan Informasi Seputar Impotensi

Faktor risiko penyakit AIDS adalah berhubungan intim dengan penderita HIV/AIDS. Penularan saat berhubungan intim ini sangat rentan terjadi dan memang berisiko karena bisa tertular lewat cairan dalam tubuh.

  1. Menderita HIV

Apabila seseorang sudah terinfeksi oleh HIV, maka sudah rentan terkena penyakit AIDS yang merupakan perkembangan dari efek HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, penderita jadi lebih lemah dan lebih mudah terserang berbagai penyakit.

  1. Transfusi Darah

Faktor risiko penyakit AIDS berikutnya adalah transfusi darah. Darah adalah salah satu media penularan virus HIV. Oleh sebab itu, HIV yang berisiko menjadi AIDS dapat menular saat seseorang menerima donor dari pengidap HIV. Untuk itu, memastikan pendonor sehat menjadi kunci utama agar terhindar dari kemungkinan penularan lewat transfusi darah.

  1. Genetik
READ  Penting kita ketahui beberapa resiko kista giardia yang dapat terjadi.

Faktor genetik juga termasuk berisiko menularkan HIV/AIDS. Hal ini terjadi karena terjadi penularan dari ibu ke anak. Dalam kasus ini, anak yang lahir dari seorang ibu yang mengidap HIV/AIDS, bisa mengalami hal yang sama. Tak hanya itu, penularan ibu ke bayi juga bisa terjadi di luar genetik yaitu lewat ASI. Untuk itu, para wanita disarankan melakukan tes HIV, baik sebelum, maupun saat hamil agar tidak ditemukan kasus anak lahir dengan kondisi terinfeksi HIV/AIDS.

  1. Bekerja di Rumah Sakit

Setiap pekerjaan pasti ada risikonya. Salah satu faktor risiko penyakit AIDS adalah terjadi pada tenaga medis di rumah sakit yang umumnya sering berurusan dengan darah pasien ataupun berbagai jarum suntik yang kemungkinan bisa menjadi media penularan. Meski demikian, risikonya memang kecil karena tentu saja tenaga medis menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, masker, dan alat pelindung medis yang disarankan.

  1. Transplantasi Organ Tubuh
READ  Mengenal Beragam Jenis Penyakit Menular Berbahaya Yang Perlu Anda Ketahui

Meskipun bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang, transplantasi organ tubuh juga berisiko menularkan HIV ataupun penyakit AIDS. Sebab, penerima donor yang memperoleh organ dari pendonor yang terinfeksi HIV atau AIDS dapat terinfeksi virus tersebut lewat pertukaran cairan pada organ tersebut.

Berbagai cara penularan di atas merupakan faktor risiko penyakit AIDS yang harus diwaspadai. Pencegahan penularan dapat dilakukan dengan menghindari berbagai kemungkinan di atas. Pengecekan kesehatan secara rutin dan melakukan tindakan medis di pusat pelayanan kesehatan terbaik bisa menjadi solusinya.

 

Sumber Artikel:

www.halodoc.com

www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

www.merdeka.com

metrobali.com

www.idntimes.com

www.synaoo.com

 

Posted in <a href="http://www.synergyaids.org/category/blog/" rel="category tag">Blog</a>