Penting kita ketahui beberapa resiko kista giardia yang dapat terjadi.

“dilansir dari laman Halodoc” Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko kista giardia atau penyakit giardiasis itu terjadi, sepertihalnya:

  • Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi daripada orang dewasa.
  • Tempat tinggal. Seseorang tinggal di lingkungan yang terinfeksi giardiasis.
  • Seseorang menggunakan air yang tidak berkualitas dan terkontaminasi giardiasis.
  • Hubungan intim. Tidak pakai kondom ketika melakukan seks anal dapat meningkatkan risiko Giardiasis.

Penentuan diagnosis giardiasis tersebut dapat dilakukan melalui anamnesis atau wawancara medis secara mendetail dan pemeriksaan fisik. Tanpa kita sadai ternyata emeriksaan mulut dan kulit juga dapat diperlukan untuk melihat beberapa kemungkinan terjadi dehidrasi pada pengidap. Konfirmasi diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan sampel feses untuk menemukan kista giardia. Sering kali pemeriksaan sampel feses dilakukan hingga tiga kali. Umumnya, pengidap giardiasis akan diberikan antibiotik (seperti metronidazole) untuk membunuh parasit penyebab penyakit. Seperti umumnya pada kasus diare, penting untuk menjaga kecukupan cairan dan elektrolit agar kebutuhan cairan pengidap tetap terpenuhi dan terhindar dari dehidrasi. Untuk mengurangi resiko kista giardia yang terjadi pada kita dapat lakukan beberapa pengobatan lainnya akan disesuaikan dengan gejala yang dialami dan pengidapnya. Misalnya, penggunaan paromomycin yang umum digunakan oleh pengidap yang sedang hamil. Obat ini memiliki risiko kelahiran cacat yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis obat antibiotik lainnya. Apabila tidak tertangani dengan baik, mau tidak mau pengidap tersebut akan berisiko terkena komplikasi, seperti:

  • Intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan tubuh dalam mencerna kandungan gula dalam susu dengan baik dan dapat terus berlanjut walau infeksi telah hilang.
  • Ini dipicu oleh diare parah dan dapat mengganggu tubuh dalam menjalankan fungsi-fungsinya.
  • Perkembangan fisik dan mental yang terhambat akibat malnutrisi yang terpicu oleh diare kronis dari kondisi ini.
READ  Berbagai Faktor Risiko Penyakit AIDS yang Harus Diwaspadai

“dilansir dari laman Alodokter” Giardiasis merupakan gangguan pencernaan akibat infeksi parasit pada usus halus. Parasit ini dinamakan Giardia lamblia. Dikarenakan penyakit tersebut banyak sekali ditemukan pada wilayah padat penduduk dengan sanitasi yang buruk dan bahkan dengan kualitas air yang tidak bersih. Giardiasis ternyata dapat menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi parasit, serta kontak langsung dengan penderita. Untuk mengatasinya, terkadang diperlukan obat resep dari dokter. gejala giardiasis pada umumnya dapat muncul 1-3 minggu setelah terinfeksi. Bahkan ternyata gejala dapat berlangsung selama 2-6 minggu, atau bahkan bisa menjadi lebih lama. Gejala yang akan dialami seperti, berat badan menurun, sakit kepala, kram perut, atau bahkan hilang nafsu makan. Serta mual dan muntah, bahkan diare dengan tinja yang berminyak, lemas juga sering buang gas atau kentut. Beberapa penderita giardiasis tidak mengalami gejala apapun, namun tetap bisa menularkannya kepada orang lain. Saran terbaik lakukan segera pemeriksaan, apalagi jika mengalami dehidrasi. Hal tersebut agar tidak menyebabkan resiko kista giardia semakin memburuk. Giardiasis juga dapat menular melalui makanan. Akan tetapi, cara ini lebih jarang terjadi karena parasit akan mati jika makanan dimasak hingga matang. Meski demikian, tidak mencuci tangan sebelum makan atau mencuci alat makan dengan air yang terkontaminasi, juga dapat menjadi sarana penyebaran parasit. Kista giardia lambia disebabkan oleh infeksi parasit Giardia lamblia. Parasit ini hidup di tinja manusia dan hewan, serta dapat mencemari air, tanah, dan makanan. Giardiasis umumnya terjadi ketika air yang terkontaminasi parasit ini masuk ke dalam tubuh seseorang. Air yang terkontaminasi bisa berasal dari sumber air mana pun, terutama air sumur yang letaknya dekat dengan toilet. Selain melalui air dan makanan, seseorang juga dapat tertular giardiasis melalui kontak dengan orang lain. Misalnya ketika mengganti popok anak yang sedang mengalami giardiasis, atau melakukan hubungan seks anal (seks melalui dubur) tanpa kondom dengan penderita giardiasis. Giardiasis dapat dialami oleh semua orang, namun resiko kista giardia lebih rentan  terjadi pada anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak (TPA), terutama anak yang masih buang air besar di popok. Selain itu, petugas TPA juga lebih berisiko terkena penyakit ini. Penyakit tersebut sering terjadi pada orang yang tinggal di area bersanitasi buruk, dengan sumber air yang tidak bersih. Jika tidak berhati-hati, orang yang mengunjungi daerah tersebut juga dapat terinfeksi.

READ  Mengenal Informasi Umum dan Faktor Resiko Impotensi

 

Sumber: Healthdetik.com

 

Posted in <a href="http://www.synergyaids.org/category/blog/" rel="category tag">Blog</a>